Permen Ajaib (Versi Cerpen) – Komik Doraemon Volume 10 (From Komik Cerita Spesial Giant)


Nobita yang baru pulang sekolah memasuki kamarnya. “Halo! Aku sudah pulang,” sapanya. Tapi suasana sepi dan tidak ada siapa-siapa, termasuk Doraemon. “Lho, Doraemon kemana? Dia kan sudah janji mau ikut final lomba tatap-tatapan mata setelah aku pulang.”
                Akhirnya, karena Doraemon tak ada di tempat, “Kalau begitu aku tidur siang saja sendiri,” Nobita pun memutuskan. Namun, baru mau memejamkan matanya, terdengar suara Doraemon yang entah dari mana arah suaranya. “Nobita, pasti kamu sudah pulang dan segera tidur siang.”
                “Eh, ternyata ada Doraemon,” pikir Nobita.
                “Aku sedang ada masalah dan harus pergi, jadi wajarlah aku tak ada di sini. Semua kumpul di lapangan untuk mengadakan rapat,” suara Doraemon pun terus terdengar. Nobita mencari-cari Doraemon dimana-mana, di bawah meja, di tempat tidur, namun hasilnya nihil. Suara itu pun terdengar lagi, “Kalau sempat kamu datang juga, ya. Aku sebenarnya tak ada di sini. Suara ini adalah suaraku 30 menit yang lalu.”
                Dengan keheranan Nobita lalu keluar menuju lapangan mengikuti apa kata suara Doraemon itu. “Apa gerangan yang terjadi? Dia bilang ada rapat di lapangan?” Namun, ketika ia tengah melangkah menuju lapangan, tiba-tiba ia menemukan Doraemon yang berjalan terhuyung-huyung dengan kondisi tubuh babak belur.
                “Rapatnya?” tanya Nobita.
                “Sudah selesai. Tepatnya sudah dibatalkan.”
                Mereka lalu membahas apa yang terjadi sebenarnya di dalam kamar Nobita.
                “S**l! Tolong dengarkan!” Mulailah Doraemon menjelaskan dengan gamblang apa yang sebenarnya terjadi. Suneo beserta Doraemon, Shizuka, dan satu orang lainnya berkumpul di lapangan untuk membahas sesuatu.
                “Teman-teman, tolong dengarkan! Aku telah mendengar isu gila! Setelah sekian lama, katanya Giant akan mengadakan resital lagi,” kata Suneo. Spontan hal ini mengagetkan ‘peserta rapat’ lainnya, termasuk Doraemon. “HAAH?”
                “Suara yang sangat sumbang...” ujar teman mereka yang lain itu.
                “Hanya mendengar saja rasanya ngeri dan mau muntah,” kata Doraemon.
                “Pastu kita disuruh mendengarkannya terus selama berjam-jam!” pikir Shizuka. Suneo pun lalu melanjutkan ‘orasi’-nya.
                “Karena itu aku akan mendiskusikannya dengan kalian. Mungkin kita bisa berbuat sesuatu.” Tak sengaja Giant lewat dan mendengar pembicaraan itu. Tapi Suneo tetap saja berkoar-koar dan malahan bertanya, “Apa tak bisa kita menghentikan Giant yang merepotkan ini?” Mendengar pertanyaan tersebut, Giant emosi. Doraemon dan yang lainnya pun melihat Giant yang wajahnya sudah marah dengan was-was.
                Singkat cerita, semua peserta rapat kecuali Shizuka babak belur dihajar Giant akibat hal itu.  Mereka semua pun jatuh ke tanah. Akhirnya, daripada memperpanjang persoalan, mereka pun berkata, “Giant! Kami akan menunggu dengan gembira resitalmu.”
                “Baiklah!” jawab Giant sambil melepaskan singsingan lengan bajunya setelah puas menghajar mereka.
                Kembali ke diskusi di kamar Nobita. “Katanya besok. Dia akan nyanyi selama 3 jam.” Kontan saja hal ini membuat Nobita kaget bukan kepalang.
                “Disuruh dengar selama 3 jam, bisa mati aku! Tak bisakah kamu berbuat sesuatu?”
                “Hmm... tak ada mesin untuk menghentikan nyanyian,” pikir Doraemon. Tiba-tiba pikiran Nobita melayang ke sesuatu yang baru saja terjadi.
                “Yang tadi itu apa? Suara yang ada di ruangan,” tanyanya.
                “Ooo... itu? Permen ajaib! Permen yang membuat suara terdengar belakangan,” kata Doraemon sambil menunjukkan permen yang dimaksud. “Kalau makan satu, 10 menit,” ujarnya sambil memakan permen itu. Sesudah makan permen itu, Doraemon mengatakan sesuatu yang tak bisa didengar oleh Nobita.
                “Kamu ngomong apa, sih? Aku tak dengar,” tanyanya. Bukannya menjawab, Doraemon malah keluar ruangan. “Hei, belum selesai ngomong, kamu mau ke mana? Aneh!” Tiba-tiba muncul suara Doraemon dalam ruangan itu, “Suaranya akan terdengar kemudian, tahu!”
                “Itu kan, suara Doraemon?”
                “Itu yang kukatakan 10 menit yang lalu,” ujar Doraemon dari luar ruangan, tepatnya di depan pintu kamar.
                “Wah, ini bagus! Kalau kita pakai permen ini, makan kita bisa tak mendengar suara Giant,” usul Nobita.
                “Hmm... betul juga!”
                “Sebelum dia nyanyi, gimana kalau kita suruh dia minum kira-kira 20 biji?” tanya Nobita sambil memakan permen itu.
                “Karena tahan selama lebih dari 3 jam, maka selama resitalnya kita tak akan dengar suaranya.” Doraemon pun ikut memakan permen itu lagi. Sesudah itu, Nobita dan Doraemon pun saling mengobrol dan bersenda gurau, tapi tak terdengar.
Tiba-tiba muncul Ibu Nobita memberitahukan sesuatu dengan senang. “Hei, kalian, tolong dengar sebentar! Ibu sudah membentuk vocal group bersama ibu-ibu tetangga. Nanti kami akan pentas.” Dengan merdu Ibu Nobita bernyanyi, “Sungai Sumida di musim semi yang ceraaah...”
“Bagaimana? Jangan segan-segan berikan komentar kalian,” kata Ibu Nobita. Dengan senang Nobita dan Doraemon memberikan komentar, namun, “Apa? Aku tak dengar?” tanya Ibu. Mereka masih berada di bawah efek permen itu sehingga tak terdengar komentar mereka.  Tiba-tiba muncul suara yang berasal dari senda gurau Doraemon dan Nobita sebelum Ibu datang tadi.
“Dengar suaranya saja sudah muak.” “Aku tak sangka di dunia ini ada nyanyian sumbang yang nggak kira-kira seperti itu.” Spontan mereka semua, termasuk Ibu kaget. Ternyata, sebelum ibu datang tadi, Doraemon dan Nobita sedang asyik menyindir Giant! Bukannya berhenti, suara itu malah terus terdengar. “Ingin rasanya berbuat sesuatu agar kita tak mendengarnya.” Suara yang terakhir itulah yang akhirnya membuat Ibu emosi. Doraemon dan Nobita pun berusaha mengelak, namun akhirnya Ibu malah memukul kepala mereka berdua. Saat Ibu meninggalkan mereka setelah selesai memukulnya –demi kebaikan– dengan emosi, baru terdengar lagi suara, “Waah, lagu yang Ibu nyanyikan bagus, ya.” Suara itu adalah pujian yang dilontarkan oleh mereka ketika dimintai komentarnya oleh Ibu sebelum terdengar suara sindiran tadi.
Esok harinya, hari pementasan Giant pun tiba. Di spanduk yang terpasang di bagian atas pintu masuk tertulis begini:
BERNYANYI
BERSAMA GIANT
LOKASI RESITAL GODA TAKESHI
TIKET MASUK GRATIS
Sepanjang jalan menuju lokasi resital, banyak anak-anak yang hadir dengan muka cemberut dan tak bahagia.
“Sudah kusumpal telingaku,” ujar Suneo kepada Shizuka sambil menunjukkan telinganya yang disumpal.
“Kalau ketahuan dia, bisa dibunuh kamu!” jawab Shizuka.
“Memang sudah kuputuskan untuk siap mendengarkannya,” kata anak yang kemarin ikut rapat dengan Doraemon, Suneo, dan Shizuka sambil menangis.
Berbeda dengan anak-anak lainnya, Doraemon dan Nobita merasa tenang-tenang saja karena mereka sudah mempunyai penangkal terhadap masalah yang akan mereka hadapi. Dan, pementasan pun dimulai!
Di tempat duduk penonton, emosi anak-anak lainnya tak banyak berubah, masam, kesal, dan bermuram durja, dan Doraemon serta Nobita tersenyum lebar. “Begitu banyak yang datang untuk mendengarkan laguku. Para hadirin adalah dewaku,” puji Giant di atas panggung.
“Ya... ya... kami telah menunggumu,” Nobita dan Doraemon sok antusias sambil tepuk tangan.
“Kalian adalah orang-orang yang mengerti seni,” Giant pun terharu.
“Huh, memujinya berlebihan,” Shizuka dan yang lainnya kesal.
Tiba-tiba Nobita menawarkan Giant permen ajaib yang dimaksud kemarin, dengan dalih sebagai permen yang berguna bagi seorang penyanyi.
“Apa? Permen yang membuat suara menjadi bagus?” tanya Giant.
“Silahkan makan kira-kira 20 butir,” Nobita pun lanjut menawarkan.
Tiba-tiba Giant malah mengambil wadah berisi permen-permen itu. “Jangan batasi hanya 20 butir, aku minta semuanya.” Giant melahap habis permen-permen tersebut. Padahal Nobita sudah berusaha untuk membatasi hanya 20 butir saja. Hal ini membuat Doraemon, Suneo, Shizuka, dan teman-teman lainnya tercengang-cengang.
Resital Giant pun sebentar lagi. “Akan segera dimulai,” kata Shizuka.
“Tundukkan kepala, tarik napas, jangan sampai pingsan,” sugesti anak yang ikut rapat kemarin kepada dirinya sendiri.
Giant pun bernyanyi, dan semua anak-anak yang menonton pun kaget karena Giant tidak mengeluarkan sepatah kata pun, walaupun tengah menunjukkan performanya. Kecuali Doraemon dan Nobita, mereka tenang-tenang saja, toh ini semua ide mereka bukan?
“Lho... lho...”
“Giant kelihatannya begitu semangat nyanyi...”
“Tapi tak terdengar apa-apa?”
Mereka semua keheranan. Namun, akhirnya malah menjadi kebahagiaan bagi para penonton resital.
“Untung...” kata Suneo.
“Kalau begini, berapa jam pun tak ada masalah,” ujar Doraemon.
“Bagus! Bagus! Teruskan!” sorak sorai Nobita, Shizuka, dan penonton lainnya. Semua bersorak gembira merayakan tak terdengarnya suara Giant.
Namun, cerita belum berhenti sampai disitu. Malam sesudah pementasan itu, kira-kira jam 2 tengah malam, efek samping dari permen itu mulai muncul!
“PAM! PAM! PAM! Parade hits Goda Takeshi dimulai dengan meriah!” Suara yang harusnya terdengar saat resital tadi sore malah terdengar sekarang! Nyanyian sumbang Giant pun membahana dengan volume tingkat tinggi. “Kalau aku bernyanyiiii... semua anak akan berpaling‼”
Nyanyian itu terdengar di panggung yang tadi sore dipakai oleh Giant untuk bernyanyi. Hal ini mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar yang sedang beristirahat di tengah malam. Mereka pun keluar dan berkumpul untuk mencari tahu siapa sang empunya suara itu tepatnya di jalan depan rumah Nobita.
“Tengah malam begini nyanyi dengan suara keras selama 3 jam? Keterlaluan!” protes salah satu warga.
“Suara itu adalah suara ketua anak nakal yang bernama Giant!” warga lainnya ikut marah.
“Yuk, kita protes dia sama-sama!” warga lainnya pun kesal.
Doraemon dan Nobita yang ikut terbangun pada malam itu hanya bisa melongo menyaksikan apa yang terjadi dari kamar Nobita. SIngkat cerita, warga pun lalu memprotes beramai-ramai Giant yang dianggap –memang– mengganggu.
Source: Fujio, Fujiko F. 2004. Cerita Spesial Doraemon 10 – Giant. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Apa Aja Sih yang Kece di Bantul?


Hello semua, pernah nggak sih kamu pergi ke Jogjakarta, tepatnya di Bantul? Entah jalan-jalan, sekolah, atau kerja, bahkan tinggal, pokoknya di sono lah ya. Nah, kalau gue sendiri sih, sering, sering mudik, hehe. By the way, kali ini gue mau bahas semua yang ada di Bantul, Jogjakarta. Seperti apa? Langsung saja ini dia!
Pantai Parangtritis
Yow is, siapa sih yang nggak tahu sama pantai yang satu ini. Yup, pantai Parangtritis! Pantai ini terkenal banget jadi objek wisata pantai yang paling diminatri di Jogja. Pantai ini merupakan objek wisata dengan pemandangan berupa hamparan pasir pantai, gumuk pasir, pegunungan kapur, dan wisata spiritual. Pantai yang berjarak 29 km dari kota Jogjakarta ini mempunyai luas 1.187,20 ha. Nah, objek wisata yang dapat dinikmati banyak banget, ada Pantai Parangendog, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Depok. Anyway, Pantai Parangendog yang merupakan wilayah paling timur Parangtritis ada pemandangan pantai disertai gulungan ombak yang menggelegar menghantam tebing batu karang. Panorama matahari tenggelam a.k.a sunset bisa dinikmati dari sini disertai udara segar dari hembusan angin dari Samudra Indonesia.
Kalau di Pantai Parangkusumo sendiri, wisatawan bisa melakukan wisata spiritual dengan tirakat di Cepuri Parangkusumo, tempat Panembahan Senopati bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul, sang penguasa laut selatan. Wisatawan yang mau ziarah bisa mengunjungi makam Syekh Maulana Maghribi dan Syekh Bela Belu (tokoh penyebar agama Islam di Jawa), makam Ki Ageng Selohening (tokoh penyebar agama Buddha), dan Dipokusumo (anak ketiga Prabu Brawijaya dari Majapahit). BTW, aku juga pernah nonton Tau Gak Sih di Trans 7 kalau ada juga Gumuk Pasir Parangkusumo yang jadi tempat buat main sejenis ski atau apaan gitu (lupa, yang pasti seru banget).
Objek wisata pemandian air panas dan kolam renang air tawar bisa dijumpai di kawasan Parangtritis. Setiap wisatawan nggak dianjurkan (bahkan sampai dilarang) mandi di laut karena ombaknya terlalu besar dan tentu saja sangat berbahaya. Selain itu, wisatawan juga dilarang memakai pakaian berwarna hijau gadung atau merah, karena konon warna tersebut merupakan warna kegemaran Kanjeng Ratu Kidul. Maksudnya, kalau seandainya kita ke sana pakai baju warna tersebut, kita bisa-bisa serasa ‘dipanggil’ Kanjeng Ratu Kidul untuk ikut ke dalam laut bersamanya. Dan, ujung-ujungnya? Kita tenggelam, deh! Selain keindahan alamnya, Pantai Parangtritis juga menyajikan banyaknya pedagang souvenir khas dan kesempatan untuk naik andong keliling Parangtritis sambil liat keindahan pantai. Duuh, jadi keingat pengalaman deh!
Buat kamu yang hobi makan seafood, maka Pantai Depok (Depok bukannya kota asalnya Ayu Ting-Ting ya? Eh, bukan) yang berjarak 1,5 km arah barat Parangtritis. Pantai Depok berkembang sejak sekitar tahun 1997. Ceritanya, beberapa nelayan dari Cilacap mendarat di sini untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Lama-lama mereka berbaur dengan petani setempat dan membangun Tempat Pelelangan Ikan Mina Bahari 45. Di lokasi ini berjajar banget rumah makan yang menyuguhkan berbagai masakan ikan laut hasil tangkapan nelayan. Walhasil, Pantai Depok merupakan primadona baru wisata kuliner di Yogyakarta. Tapi ingat, yang alergi seafood jangan coba-coba makan seafood disana, ya!
Labuhan
Labuhan adalah sebuah upacara tradisional yang diadakan setiap tahun di Pantai Parangtritis. Bicara soal sejarah upacara labuhan sendiri, konon menurut kepercayaan Jawa, setiap tempat mempunyai penguasa gaib berupa makhluk halus penunggu. Tapi bukan penunggu bis lewat ya! Gunung Merapi yang terletak di utara Kota Yogyakarta sendiri diyakini ditunggu oleh makhluk halus bernama Eyang Sapujagad. Samudra Indonesia yang biasa disebut Laut Selatan sendiri, terletak di selatan Kota Yogyakarta ditunggu oleh wanita cantik jelita bernama Kanjeng Ratu Kidul.
Panembahan Senopati sebagai raja Mataram berupaya menjaga keharmonisan, keselarasan, dan keseimbangan dalam masyarakat. So, iya menjalin komunikata, eh komunikasi dengan kedua makhluk halus tersebut. Salah satu berntuk komunikasinya adalah dengan bersemedi di tempat-tempat tersembunyi. Ketika Panembahan Senopati merasa udah saatnya mengambil alih  kekuasaan Kerajaan Pajang, ia bertama di Laut Selatan. Sementara pamannya, Ki Juru Mentani bertapa di Gunung Merapi.
Untuk menghormati ikatan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan raja-raja Mataram penerus Panembahan Senopati, akhirnya setiap tahun diadakan labuhan di Pantai Parangtritis. Kalau labuhan nggak dilaksanakan alias diabaikan, ada kepercayaan kalau Kanjeng Ratu Kidul akan murka dengan mengirim tentara jin untuk menyebarkan penyakit dan berbagai musibah yang akan menimbulkan malapetaka bagi rakyat dan kerahaan. Kalau tetap dilaksanakan, maka sebaliknya Kanjeng Ratu Kidul akan memberikan perlindungan dan bantuan ke Mataram.
Labuhan sendiri sudah menjadi upacara adat Keraton Mataram sejak abad ke-XVII. Setelah Perjanjian Gianti tahun 1755 yang membagi Mataram menjadi dua kerajaan, yaitu Kasunanan Surakarta di Solo dan Kesultanan Yogyakarta di Yogya, maka tradisi labuhan dilakukan oleh dua kerajaan Jawa tersebut. Labuhan pertama kali di Kesultanan Yogyakarta diadakan sehari setelah penobatan Pangeran Mangkubumi sebagai Sultah Hamengkubuwono I tahun 1755. Selanjutnya, tradisi ini berlangsung sampai Sultan Hamengkubuwono ke VIII.
Pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono IX, labuhan diadakan setelah ulang tahun Sultan. Sekarang, di masa Sultan Hamengkubuwono X, labuhan dilaksanakan lagi seperti dulu, yaitu sehari sesudah penobatannya menjad raja. Labuhan diadakan setiap tahun pada tanggal 30 bulan Rejeb karena Sultan Hamengkubuwono X dinobatkan hari Selasa Wage tanggal 29 Rejeb tahun Wawu 1921 (dalam penanggalan Jawa) atau 7 Maret 1989 (penanggalan Masehi).
Nah, mau tahu prosesi labuhan Sultan Hamengkubuwono X? Ini dia prosesinya!
Setibanya barang-banrang labuhan alias sesaji di Parangkusumo, rombongan abid dalem memasuki komleks berpagar yang di dalamnya ada Sela Gilang (batu yang dulu menjadi tempat Panembahan Senopati mengadakan pertemuan). Sela Gilang diyakini sebagai pintu gerban menuju kerajaan Kanjeng Ratu Kidul. Juru kunci yang memimpin pelaksanaan upacara membakan kemenyan, lalu menanam kuku, rambut, dan pakaian bekas Sultan Hamengkubuwono X di pojok kompleks. Lalu, juru kunci lagi-lagi membakar kemenyan dan mengasapi ketiga ancak yang berisi barang labuhan dan berangkat ke pantai untuk melabuhnya. Nah, sekitar 10 langkah dari garis pantai, juru kunci bersila menghadap laut melakukan sembah ke Kanjeng Roro Kidul sambil mengucapkan doa permohonan berbunyi:
“Hamba mohon permisi, Gusti Kanjeng Ratu Kidul. Hamba memberikan labuhan cucu Paduka Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan yang ke X di Ngayogyakarta Hadiningrat. Cucu paduka mohon pangestu, mohon keselamatan, mohon panjang usia, kemuliaan kerajaan, keselamatan negara di Ngayogyakarta Hadiningrat.”
Ketiga ancak tadi lalu segera dibawa ke tengah laut untuk dilabuh. Ancak paling depan dipersembahkan khusus untuk Kanjeng Ratu Kidul, ratu dari semua makhluk halus di Laut Selatan. Ancak kedua dipersembahkan untung Nyai Roro Kidul, patih Kanjeng Ratu Kidul, dan ancak ketiga untuk Mbok Roro Kidul, pembantu kedua.
Nah, masyarakat yang menghadiri acara ini biasanya rame-rame berebut sebagian dari benda labuhan yang dihanyutkan ombak ke pantai. Menurut kepercayaan, barang-barang yang masih baru akan hanyut ke dalam laut karena dipakai oleh Kanjeng Ratu Kidul, sedangkan barang-barang bekas seperti baju bekas Sultan dan bunga bekas sesaji bakal balik lagi ke pantai. Menurut kepercayaan lagi, barang-barang yang kembali terdampar di pantai tersebut punya kekuatan gaib karena dikirim lagi oleh Kanjeng Ratu Kidul untuk mengatasi segala gangguan dan penyakit. Beberapa orang menjadikannya sebagai jimat, benda yang difungsikan sebagai pusaka dan dipercaya punya kekuatan magis untuk membantu pemilikya menangkal gangguan alam. Yang mendapat barang-barang bekas labuhan berharap akan memperoleh kesejahteraan dan keberuntungan hidup.
Nah, kamu percaya nggak dengan hal-hal yang ada dalam labuhan? Percaya atau nggak, ya terserah kamu. Tapi yang jelas, kita tak boleh terlalu percaya dengan mitos atau kepercayaan yang bagaimanalah. Tapi kalau cuma mau seru-seruan, silahkan!
Rebo Wekasan
Masih soal upacara adat, kali ini ada rebo wekasan. Rebo wekasan merupakan suatu upacara tradisional yang terdapat di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Kalau bicara soal rebo wekasan, mama saya pernah cerita kalau sepupu dan bibi saya sering mengikuti acara ini setiap tahunnya. Tepatnya sih, di dekat sekolah sepupu aku yang ada di Pleret. Katanya, acaranya ini rame banget! Mana ada lemper raksasa lagi! Beneran? Yuk kita simak dulu info selengkapnya.
Kalau kita bicara sejarah upacara adat ini, rebo wekasan sendiri berasal dari kata rebo dan wekasan yang berarti hari Rabu terakhir di bulan Sapar. Pada tahun 1600, Keraton Mataram yang berkedudukan di Pleret lagi dilanda penyakit (pageblug) sehingga raja Mataram saat itu, Sultan Agung sangat prihatin. Akhirnya, ia bersemadi di Masjid Soko Tunggal, Desa Kerton. Dalam semadinya ia mendapat petunjuk dari Tuham imtuk membuat penolak bala supaya wabah itu teratasi.
Akhirnya, dipanggillah Kyai Sidik dari Wonokromo untuk membuat penolak bala berupa jimat yang berupa aksara Arab bertuliskan kalimat Basmalah (Bismillahirrahmannirrahim) sebanyak 124 bari dan dibungkus kain mori putih. Oleh Sultan Angung, jimat itu direndam dalam bokor kencana dan diminumkan kepada orang sakit. Ternyata mereka sembuh. Walhasil, makin banyak orang yang datang meminta air itu. Karena dirasa nggak cukup untuk semua orang, akhirnya Sultan Agung memerintahkan Kyai Sidik untuk membuang jimat itu di tempurang Sungai Opak dan Sungai Gajahwong. Berduyun-duyunlah orang berkunjung ke tempuran itu untuk membasuh muka, mandi, dan berendam agar mendapat keberuntungan.
Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono 1, Kyai Muhammad Fakih dititahkan membuat masjid pathok negoro di Desa Wonokromo bernama Masjid At-Taqwa. Awalnya, masjid itu dibuat dari anyaman bambu dengan atap dari anyaman daun alang-alang yang disebut welit. Karena keahliannya membuta welit, masyarakat sekitarnya menjuluki beliau Kyai Welit. Ia juga meneruskan tradisi rebo wekasan pada Rabu terakhir bulan Sapar tahun 1754 atau 1837 M. Dia membuat kue lemper yang dibagi-bagi ke masnyarakat sekitar.
Menurut beliau, kue ini mengandung nilai filosofis. Kulitnya dari daun pisang ibarat segala hal yang dapat mengotori akidah sehingga harus dibuang. Ketan ibarat kenikmatan duniawi, sedangkan isinya yang berupa daging cincang ibarat kenikmatan akhirat. Jadi, makan lemper punya arti kalau orang yang mau mendapat kebahagiaan dunia akhirat harus bisa menghilangkan kotoran jiwa agar bersih bak lemper yang sudah dikupas.
Peristiwa itu dianggap sebagai hari bersejarah bagi masyarakat Wonokromo sehingga diperingati setiap tahun. Upacara ini dianggap sebagai pengingat bahwa dulu telah terjadi musibah yang menelan banyak korban jiwa. Tradisi mengarak lemper sendiri diteruskan sampai kini dalam bentuk lemper raksasa sepanjang 2 ½ meter dengan diameter ½ meter! Wah, gede amat ya! Jadi pengen ikutan nimbrung ke sana deh.
Wedang Secang/Wedang Uwuh
Awal-awalnya sih, saya nggak terlalu kenal dengan wedang yang satu ini. Tapi, setelah saya iseng baca-baca soal wedang ini di tabloid Nova, wah, jadi pengen minum wedang yang satu ini, sampai-sampai waktu saya mudik dulu saya sampai minta oleh-oleh ramuan wedang ini sebanyak-banyaknya! Waah! Rasanya adem banget!
Nama wedang secang diambil karena salah satu bahannya adalah serutan kayu secang. Kalau wedang uwuh sendiri, kalau menurut tabloid yang pernah aku baca, wedang uwuh itu kalo bahasa Jawa berarti minuman ‘sampah’. Wedang secang yang warnanya merah ini adalah minuman favoritnya Sri Sultan HB IX yang berfungsi menjaga kesehatan. Badan yang masuk angin kalau minum wedang ini dalam keadaan hangat, pasti bugar lagi. Wedang secang sendiri terbuat dari serutan kayu secang, dua lembar daun cengkih yang udah kering (Kedua bahan ini sendiri berasal dari sampah-sampah yang ada di Makam Imogiri, dan hanya orang tertentu aja yang bisa memungutnya!  Eits, jangan takut dulu mendengar kata ‘sampah’ tadi. Mungkin saja kedua bahan ini dicuci dulu sebelum diolah lebih lanjut.), irisan kulit pohon kayu manis, merica putih, daun serai, cabe rawit (bukan nama acara di Indosiar yang dipandu Cinta Kuya sama Adul, lo), dan dicampur jahe yang sudah dibakar dan dipukul-pukul segepeng-gepengnya. Semua bahan dimasukkan ke dalam kendil tanah liat, lalu dipanaskan dengan air sampai mendidih. Setelah disaring, lalu dihidangkan dengan gula batu. Di kawasan sekitar Makam Imogiri sendiri, bahan ramuan wedang secang dijual sebagai oleh-oleh untuk peziarah. Jadi, untuk para peziarah, bisa membikin wedang secang sendiri di rumah, kok!
Dawet
Siapa sih yang nggak pernah minum dawet? Pastinya pada pernah semua, kan? Dawet di Yogyakarta juga ada kok! Di Yogya, dawet merupakan minuman pelepas dahaga yang cukup populer disini, termasuk di Bantul. Salah satu unsurnya adalah cendol. Untuk membuat cendol, panaskan tepung beras sampai mendidih dan tuang dengan saringan ke dalam baskom berisi air dingin. Tepung beras yang udah jatuh ke dalam air dingin akan mengental membentuk cendol. Masukkan cendol ke dalam mangkuk, tambahkan santan kelapa dan sirup gula jawa yang mak nyus banget. Untu menambah rasa sedap, tambahkan daun pandan wangi ketika membuat sirup kelapa. Di pasar tradisiolal, masih banyak penjual dawet yang menjajakan dagangannya dengan memakai tenggok (wadah besar dari anyaman bambu). Uuuh, jadi keingat cerita mama waktu kecil, dimana dulu ia sering minum dawet seger dari penjual dawet yang memakai tenggok. Eh, kalau menurut aku sendiri, rasa dawetnya enak, seger, manis, campur aduk deh pokoknya! Waktu aku mudik beberapa tahun lalu kan masih bulan puasa, nah aku sering dibeliin dawet dari penjual yang berjualan di dekat sebuah pesantren di Imogiri. Rasanya enak banget! Sama juga ketika mau balik lagi ke Bangka, dimana beberapa hari sebelumnya aku juga ngerasain enaknya minum dawet yang dijual pedagang yang berjualan menggunakan motor di kompleks sebuah SMA tak jauh dari pesantren tadi.
Makam Imogiri
Makam Imogiri punya nama lain Makam Pajimatan yang terletak di Kelurahan Girireja dan Wukirsari, Imogiri, Bantul, 17 km arah tenggara Kota Yogyakarta. Makam ini berada di atas Bukit Merak yang termasuk rangkaian Pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 35-100 dpl. Makam ini dibangun oleh Sultan Agung yang bertakhta di Kerta, Mataram, tahun 1533-1567 penanggalan Jawa. Pada saat pembangunan makam, Panembahan Jumulah, paman Sultan Agung yang berada di sana tiba-tiba meninggal dan dimakamban di tempat itu.  Sultan Agung kecewa banget karena calon makamnya didahului pamannya. Akhirnya, ia pun memindahkan calon makamnya ke Bukit Merak yang dikenal sebagai Makam Imogiri saat ini.
Luasnya mencapai 10 ha dan dibagi empat kawasan, yaitu Kesultanan Agung, Paku Buwanan, makam raja-raja Yogyakarta, serta makam raja-raja Surakarta. Makam raja-raja Yogyakarta terdiri dari 3 bagian yaitu Kasuwargan, Besiyaran, dan Saptarengga. Makam Surakarta juga terdiri atas 3 bagian, yaitu Kasuwargan (Bagusan) Surakarta, Kapingsangan, dan Girimulya. Oiya, dulu aku pernah ke sini, disana banyak banget pedagang yang berjualan souvenir segala macam, makanan, pemandangan wisatawan berfoto, dan tentunya, tangga yang super duper tinggi dan jumlah anak tangganya berjumlah ratusan. Aku sendiri, baru beberapa anak tangga, udah capek alias nyerah duluan! Akhirnya, suatu saat nanti kalau aku balik ke sono lagi, aku pengen bisa naik semua anak tangga itu.
Aku juga pernah nonton acara di TV One dan ANTV, kalau mau masuk ke makam Sultan Agung, orang harus memakai busana khusus yang tradisional banget. Pria harus memakan pakaian peranakan, sementara wanita harus memakai kemben.

Why I Like Their? (Kenapa Gue Suka Mereka?)


Haloo! Gue kali ini balik lagi nih, guys! Kali ini, gue mau ngapain ya? Mau makan? Kagak lah, wong udah kenyang dari tadi, hehe. Mau tidur? Belom ah? pengen begadang, mumpung lagi liburan UN! *Disclaimer: nih tulisan dibikin waktu kakak-kakak kelas 12 lagi cemungudh-cemungudhnya nyiapin buat UN hari terakhir, hehe ngalay di hari yang indah* Nah, lo semua pasti sebagian besar belum pada tahu kalo gue hobi kebangetan sama yang namanya mantengin program berita di tipi, dan hobi pelototin para news anchor kece sampai puas dan mata merah gara-gara saking asiknya melototin, lupa berkedip! Hehe, kalo belum, monggo duren rambutan #JualanBuah baca aja posting sebelumnya! Hehe, tapi kok gue mendadak pengen ngebahas ini lagi seeh? Ora ono topic laen opo #SokJowo? Hehe, soalnya gue lagi happy moody banget sama dunia per-newsanchor-an*Happy Moody? Moody Koesnadi atau Moody Ayunda kek sekalian? HEH, ITU MAUDY‼* Okey, sekarang gue pengen ngebahas gimana seeh pertemuan pertamax (sok Kaskus!), maksudnya pertemuan pertama gue ngeliatin para news anchor kece tingkat parah! Hehe, maksudnya, gimana seeh awal mula pertama kelees (Kali maksudnya! Apa kagak sekalian waduk kek, sungai kek, danau kek!) gue liat dia, dan perasaan gue ngeliatinnya. Jarang banget ada yang bahas, yahh demi menghindari ke-mainstream-an, hehe. Okey, sekarang gue mau kupas dulu ya, cekibray‼

Najwa Shihab: Itu kejadiannya jaman bocah, gak tau jaman TK atau kagak kelas 1 SD, lagi numpang lewat waktu bokap lagi mantengin berita di Metro TV! Ada Meutia Hafidz, Najwa Shihab, Fifi Aleyda Yahya, de el el. Awalnya merhatiinnya biasa aja seeh, maklum wong namanya juga anak-anak, mana mau perhatian sama acara berita‼ Tapi sekarang, Masya Allah! Nih Mbak Najwa beautiful and smart amat ya!
Ryan Wiedaryanto: Kejadiannya jaman kelas 5 SD, berawal dari tuntutan bokap buat ngejauhin genre yang namanya ‘sinetron’ gara-gaa emang dasar kagak mendidik, dan mesti mantengin berita demi nambah pengetahuan. Apalagi, gue jaman itu lagi demen-demennya mantengin sinetron ‘siluman naga’ gitu #SekarangOgah. So, gue kesana kemari mencari alamat #AyuTingTing, eeh maksudnya kesana kemari mencari acara berita, eeh gak sengaja ngeliat kak Ryan di Trans TV waktu lagi siaran Reportase Sore bareng Daisy Weku. Dia jaman itu masih cungkring kayak gue sekarang. Sekarang makin kece aja nih orang.
Jeremy Teti (jaman masih baca berita, bukan jaman manduin program relaksasi Uya Kuya): Aneh, kalo yang lain kenalnya dari acara berita, gue malah justru kenal di PGA Awards entah tahun berapa, gue lupa. Doi waktu itu nominee pembaca berita terfavorit! Dan doi waktu itu nyanyi-nyanyi bareng para anchor lainnya, kayak Tina Talisa jaman TV One, de el el. Gue penasaran, apa istimewanya nih orang sampe masuk PGA? Ternyata, waktu jam 8 malem di Liputan 6 Terkini waktu jeda iklan sinetron Islam KTP, akhirnya keunikan om Jeti berhasil ditemukan: gaya baca beritanya gokil!
Andromeda Mercury: Waktunya gak jauh beda sama waktu gue pertama kali liat Kak Ryan tadi. Ceritanya nih ya, sekeluarga hobi pantengin Warta Malam (sekarang Indonesia Malam) di TVRI Nasional. Nah, tuh acara emang kebiasaan ngerelay berita langsung dari siaran-siaran dari TVRI stasiun lokal, beserta anchor lokalnya! Nah, salah satu yang gue sering lihat adalah dari TVRI Jawa Barat, dimana waktu itulah gue pertama kali gue ngeliat Kak Andro! Tapi, pertama kali kenal, yang kebayang langsung dalam pikiran gue adalah: nih orang namanya ektsentrik amat? Andromeda kan nama galaksi, Mercury kan bahasa Inggrisnya buat planet Merkurius! Jangan-jangan nih orang diharepin ortunya jadi astronot, eeh, ternyata doi maunya jadi presenter! Tapi nih orang kece banget. Doi waktu itu sering ganti-gantian siaran sama yang namanya Karbelani Aulia (entah yang mana orangnya gue lupa). Dan, waktu gue tau kalo ternyata dia menang audisi presenter TV One beberapa tahun silam dan berhasil juga tentunya siaran di TV One, awalnya gue gak percaya kalo kak Andro yang gue kenal selama itu masuk TV One, tapi setelah dibuktikan ternyata no hoax alias beneran.
Zulfikar Naghi: Masih dalam rentang waktu yang sama sih dengan waktu pertama kenalan sama Kak Ryan sama Kak Andro! Berawal dari nyari-nyari Kak Ryan di Reportase Sore, malah justru nemuin kekecean dan cool-nya kak Zoel di Reportase Sore Akhir Pekan *belum ada Reportase Investigasi hari Minggu jaman itu tau, guys!*. Nih orang udah kece, cool, selow banget baca beritanya, udah gitu astagaa, nih orang banyak amat fansnya di social media!
Iqbal Kurniadi: Kali ini gue bener-bener lupa kapan kejadiannya! Yang jelas, lebih dari 2-3 tahun gitu lah! Begini ceritanya ya, waktu itu kan gue lagi mantengin Reportase Investigasi nih, jaman-jaman dipandu sama Mbak Juanita Tirayoh ya. Nah, waktu investigasinya udah kelar nih ya, kan ada tuh Reportase Utama, dan waktu gue mantengin tuh acara, hadeuh Astagfirullah! Iqbal Kurniadi kece amat! Ganteng, imut, semyum manis, campur-campur es campur pengen diminum #Hadeuh! Waktu itu doi kece pake kemeja sama rompi wol gitu.
Michael Tjandra: Pertama kali sih, gue liat nih kaka tau om ya manggilnya *disisi satu udah punya anak, disisi lain cool tingkat parah!* itu tahun 2008-an gitu ya. Ceritanya, gue lagi istirahat siang, dan mantengin Seputar Indonesia Siang atau Buletin Siang yaa (lupa, kalo gak salah Seputar Indonesia Siang namanya masih Buletin Siang, Seputar Indonesia Pagi namanya masih Nuansa Pagi, de el el) dan mata gue akhirnya terjebak dengan kekecean dan, hmm, lumayan juga sih si Michael ini bacain beritanya.
Ivan Kurnia: Waktunya bener-bener lebih lupa lagi dari waktu kapan seeh gue pertama kali liatin kak Ivan! Yang jelas, waktu itu gue pertama kali liat kegantengan dia itu, di Reportase Siang, dan partnernya waktu itu pokoknya diantara kak Tifanny Raytama jaman belom cepak atau kagak kak Reni Risty jaman belom berhijab! Dan, begitu gue liat doi, mata gue langsung terbelalak sampe lupa ngedip gara-gara ngeliat kegantengan dan kekeceannya dia!
Tifanny Raytama: Kayaknya sebelom gue kenal kak Ivan deh. Ceritanya begono. Gue kan hampir tiap sore mantengin Reportase Sore *yahh, meski gue harus gonta-ganti channel dengan cara mantengin Redaksi Sore Trans 7* dengan alesan klasik: ngeliat kak Ryan jaman belom pindah ke Indosiar. Naah, gue pun iseng-iseng merhatiin nih cewek. Huaaa... Kak Fanny cantik parah, baca beritanya juga lumayan ya, hehe.
Prabu Revolusi: Pertama kali gue liatin dia waktu di Newsmakers Metro TV. Terus, gue juga ngalemin hal yang sama waktu gue pertama kelees *kali‼* kenal sama kak Andro. Nih orang namanya unik banget, siapa nih yang ngasih nama? Kenapa kagak sekalian Prabu Siliwangi kek, apa kek, hehe maaf banget kak Prabu. J Yang selanjutnya gue tau dan tempe, doi itu dulu-dulu jaman gue pertama-pertama kali mantengin dia itu, dia ngetop banget waktu bawain  8-11 Show bareng kak Tommy Tjokro dan kak Marissa Anita, selain itu doi juga suaminya pemaen sinetron Zee Zee Shahab *gue juga ikutin beritanya dari jaman mereka baru kawin dari infotainment!*. Dan, setelah dia gak di 8-11 lagi, gue semakin sering merhatiin nih cowok kece yang kualitas baca beritanya yahh, bisa dibilang WOW sih. Sekarang dia di B Channel, acara Indonesia Menentukan. Baru ngeh beberapa bulan lalu kalo dia mantan Trans TV! #walah
Dian Ayu Lestari: Pertama kali liat nih kak Dian yang cantik beudh *lebaynyee* itu bukan waktu lagi dia baca berita, tapi di Galeri Sepakbola Indonesia *ikutan bokap waktu itu mantenginnya, gue sih kagak hobi-hobi amat ya sama yang namanya bola*, astaga nih cewek kece banget. Selain itu, gue juga seneng banget mantengin dia jaman-jaman dia di Sketsa Trans TV. Terus, gue liat di Insert Siang kalo dia mau kawin sama Omesh, dan gue juga ikutin beritanya. Dan, begitu doi sering banget nongol di Redaksi Pagi Trans 7, gue langsung mikir, nih orang cocok juga ya jadi anchor, yahh meski awalnya mesti kaget dulu gara-gara sering liat dia di acara berita bola dan Sketsa juga *gak gitu-gitu juga kaleee, hehehe*.
Marissa Anita: Awalnya juga sih, waktunya barengan sama waktu pertama kali gue kenal sama Kak Prabu. Tapi, bedanya gue liatnya di 8-11 Show, dan gue waktu itu kagak merhatiin tuh Marissa Anita yang mana orangnya ya. Cuma tau namanya doang‼ Yahh, dan gue baru bener-bener merhatiin kak Marissa itu waktu tayangan farewell-nya kak Tommy Tjokro di 8-11 akhir tahun 2012 kemaren. Yoi, nih cewek cantik minta ampun, terus makin diperhatiin nih orang cukup cerdas banget baca beritanya. Dan sekarang dia di NET. dan manduin acara yang konsepnya hampir kagak jauh beda dengan 8-11, yaitu Indonesia Morning Show bareng tante Shahnaz Mariela Soehartono dan om Adrian Maulana, serta acara Satu Indonesia.
Jemmy Darusman: Pertama kali liat dia itu, kan udah pernah diceritain dalam postingan selanjutnya ya. Kak Jemmy itu pertama kali gue pantengin waktu gue lagi asyik mantengin kuis News Boom di TV One ya di rumah sepupu *waktu itu di rumah belom ada channel TV One ya*. Kan lagi iklan, terus nongollah Kabar Terkini (ala-ala headline news gitu ya kalo di Metro TV) dan nongollah kak Jemmy. Kesan pertama kali gue waktu ngeliat-ngeliat  tampang kak Jemmy, begitu detik pertama gue ngeliat kak Jemmy, gue langsung terkesima, terus bilang dalam hati: nih orang ganteng, cool, walah-walah, enak banget baca beritanya! Selanjutnya gue mana pernah liat lagi tuh kak Jemmy sampe-sampe akhirnya gue ngeliat dia di Fokus Sore Indosiar Desember 2011 kemaren, dia kebetulan pindahnya bareng-bareng sama teteh Tina Talisa ya, dan gue langsung bilang lagi dalam hati, huaa nih orang ganteng, enak dipandang lagi! Pokoknya lebih dari gambar pemandangan buatan anak TK atau SD gitu deh! Hehe.
Limystina Novatra: Awalnya cukup nyeleneh banget. Ceritanya nih, gue kan waktu itu jaman-jaman masih jadi COmate *fansnya Coboy Junior waktu itu ya, sekarang CJR* dan waktu itu gue sama nyokap nekat begadang mantengin ultahnya MNC TV yang ke 21 yang kebetulan waktu itu rame banget, sampe ada flashmobnya Smashblast, COmate, Wota, MyPrincess, de el el. Nahh, waktu abis mantengin tuh pengumuman pemenang flashmob yang dimenangin sama COmate, kan lagi iklan tuh, dan gue lalu iseng-iseng ngalor ngidul nyari channel lain. Akhirnya ditemukan juga Topik Malam Akhir Petang di ANTV, yang waktu itu bentuknya masih live news dari studio gitu ya. Nah nah nahh, betapa syoknya gue ngeliat tuh news anchor yang dandanannya waktu itu Masya Allah banget! Gue langsung mikir, nih news anchor apa anak punk gitu ya? Apa mau menyerupai Mitha The Virgin yaa? Soalnya, udah riasan matanya item banget (untung Alhamdulillah-nya, kagak kayak Deddy Corbuzier!), terus rambutnya yang cepak kayak Fenita Arie atau kagak Sarah Sechan itu, di-spike apaan gitu lah! Bajunya waktu itu persis kayak news anchor kebanyakan. Mana baca beritanya serius banget lagi. Dan, gue liat lagi kak Vatra di Topik Pagi Akhir Pekan, ternyata orangnya seru juga. Beda banget sama waktu bacain berita kayak biasanya. Sekarang dia juga sering mangkal *emang apaan! eh, mangkal siaran maksudnya* di program investigasi Cakrawala.
Fristian Humalanggi: Awalannya juga gak kalah parah sama awal pertama kali gue liat kak Vatra. Cuma, bedanya awalnya gue biasa aja dan gak terlalu merhatiin dia waktu pertama kali gue liat dia di Patroli Mei 2012 kemaren! Dan, makin diperhatiin, gue malah jadi takut parah *untung gue kagak lagi ikutan [Masih] Dunia Lain, kalo enggak, hadeuh keburu lambain tangan di depan kamera duluan!*, abisnya wajahnya *maaf banget sebelumnya kak Fristian, gak maksud nyinggung* itu yahh, yang bagi sebagian orang yang ngeliatnya itu rada seram, menyeramkan, dan bla-bla-bla deh‼ Tapi, disisi lain, ternyata nih orang smart banget dalam baca beritanya. Dia itu menurut gue cocok banget manduin acara-acara kriminal, tapi bukan gara-gara mukanya ya, tapi karena dia itu smart banget dalam bacain berita-berita kriminal, apalagi nih kak Fristian adalah lulusan fakultas hukum di sebuah perguruan tinggi.
Utrich Farzah: Jujur kebangetan ya, gue mana pernah merhatiin dia waktu dia masih jadi anchor di Reportase Trans TV atau kagak waktu di Kompas TV. Tapi eh tetapi, gue pertama kali merhatiin dia itu di Fokus Pagi Indosiar, waktu itu dia lagi duet sama kak Ryan. Nah nahh, terus gue merhatiin nih orang, udah cantik, keibuan lagi. Dia itu cocok banget mandu berita sama kak Ryan. *HEH! Dia udah punya anak, tau!*
Herjuno Syaputra: Hmm, pertama kali sih gue ketemu dia sekitaran bulan September-Desember 2012 kemaren ya. Pertama kali gue lihat Kak Juno itu di program Buletin Indonesia Siang, hari Jum’at. Naah, waktu pertama kali gue liat dia, dia kan waktu itu pake kemeja ungu dipaduin jas gitu ya. Nah, gue langsung mikir, nih orang cool banget ya, udah ganteng, manly tingkat banget, baca beritanya juga nyaris semprulnya, eeh sempurna banget ya *Disclaimer: Gak ada manusia yang sempurna, jadi nyaris dong*.
Budi Adiputro: Awal-awal 2012 menjadi waktu-waktu gue bete tingkat banget setiap kali mantengin Reportase Sore di Trans TV, maklum sejak gak ada kak Ryan, kak Zoel, kak Christian Reinaldo, de el el, malah jadi males mantenginnya. Untung masih ada kak Iqbal, kak Ivan, sama kak Fanny. Dan, waktu-waktu itulah, gue menemukan pemandangan kece di acara itu: kak Budi! Nah, waktu pertama kali liat si kacamata kece itu, gue langsung bilang dalam hati lagi nih ya, nih orang ganteng, kece, smart lagi. Waktu itu dia lagi duet sama kak Fanny ya.

Yahh, okey gue sampai disini dulu ya. Gue mau belajar! Nanti hari kejepit di Kamis ini gue ada ulangan Sejarah! Mau belajar dulu, see u bai-bai! Eeh, see u bye bye! J

Contoh Teks Negosiasi

Hello lagi guys! Apa kabar! Mau posting lagi nih, hehehe. Kali ini gak usah bertele-tele-telepon ya, gue bakal ngebahas tentang contoh teks negosiasi. Enjoy this posting! *semoga bisa bantu buat lo semua yang lagi ada tugas ya, aamiin. :)*

Contoh Teks Negosiasi


Ada seorang siswi kelas satu SMA yang sedang mencari buku pelajaran. Buku yang ia butuhkan saat itu adalah buku teks pelajaran Bahasa Inggris yang diterbitkan oleh penerbit tertentu. Setelah mencari kesana kemari, akhirnya ia menemukan toko yang menjual buku tersebut.

Penjaga toko buku: (menyambut siswi tersebut): “Selamat sore, Dek.”
Siswi: “Selamat sore, Mbak.”
Penjaga toko buku: “Silahkan masuk.”
Siswi: “Iya, terima kasih.”

                Siswi itu lalu mencari-cari buku yang dimaksud.

Penjaga toko buku: “Kamu mau mencari buku apa, Dek?”
Siswi: “Begini, saya mau mencari buku Bahasa Inggris kelas 1 SMA terbitan penerbit X.”
Penjaga toko buku: “Yang sesuai dengan kurikulum 2013 atau kurikulum 2006?”
Siswi: “Saya mau mencari yang sesuai dengan kurikulum 2013.”
Penjaga toko buku: “Oooh, ini bukunya.” (sambil mengambilkan buku yang dimaksud)
Siswi: “Iya. Berapa harganya, Mbak?”
Penjaga toko buku: “Harganya Rp47.500,00 saja, Dek.”
Siswi: “Mahal sekali. Bisa tidak harganya diturunkan, Mbak? Paling tidak sebesar Rp43.000,00.”
Penjaga toko buku: “Tidak bisa, Dek. Harga tersebut sudah dari penerbitnya. Tidak bisa diturunkan lagi.”
Siswi: “Ayolah, Mbak. Paling tidak harga bukunya diturunkan menjadi Rp47.000,00.”
Penjaga toko buku: “Tidak bisa, Dek. Harga itu sudah harga mati. Saya hanya penjaga di toko buku ini. Nanti saya dimarahi oleh bos saya.”
Siswi: “Mbak, tolong murahkan sedikit harga bukunya. Paling tidak sebesar Rp44.000,00.”
Penjaga toko buku: “Dek, buku ini dari penerbit. Nanti kalau seandainya saat tengah semester, lalu bukunya ditarik oleh penerbit, bisa-bisa penerbitnya rugi. Paling tidak Adek beri harga Rp46.5000,00.”
Siswi: “Mbak, tapi kan saya hanya memiliki uang sebanyak Rp44.500,00.”
Penjaga toko buku: “Oke. Yahh, sebenarnya harga seperti ini belum boleh. Tapi untuk Adek boleh. Ya sudah, ini bukunya.”  (sambil memasukkan buku itu ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada siswi tersebut.”
Siswi: “Oke, Mbak. Terima kasih atas kunjungannya.”
Penjaga toko buku: “Iya, sama-sama.” (meninggalkan toko buku)

Lirik Lagu Mine – Petra Sihombing ft. Ben Sihombing (With Indonesian Translate)

Versi Asli (English):
Girl your heart, girl your face
is so different from them others
I say, you’re the only one that I’ll adore

Coz every time you’re by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly oo yeah, o yeah

And I want to make you mine

Reff: Oh baby I’ll take you to the sky
          Forever you and I, you and I, you and I
          And we’ll be together till we die
          Our love will last forever
          And forever you’ll be mine, you’ll be mine, ooooo ooooo

Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind
I’ll say, you’re the only
on that I’ve waited for

And I want you to be mine

Back to Reff

And I want you to be mine 2x

Back to Reff 2x

Versi Terjemahan (Bahasa Indonesia):
Gadis hatimu, gadis wajahmu
Sangat berbeda dari mereka yang lain
Kukatakan, bahwa kaulah satu-satunya yang kupuja

Karena setiap kali kau berada di sisiku
Darahku mengalir ke pembuluh darahku
Dan wajah culunku, tersipu begitu konyol oo yeah, o yeah

Dan ku ingin jadikan kau milikku

Reff: Oh sayang, ku akan membawamu ke langit
          Untuk selamanya kau dan aku, kau dan aku, kau dan aku
          Dan kita akan bersama sampai kita mati
          Cinta kita akan bertahan selamanya
          Dan selamanya kau akan jadi milikku, kau akan jadi milikku, ooooo ooooo

Gadis senyumanmu dan pesonamu
Tetap selalu hidup di pikiranku
Ku akan berkata, cuma kau
Yang telah ku tunggu

Dan ku ingin kau jadi milikku

Kembali ke Reff

Dan ku ingin kau jadi milikku 2x


Kembali ke Reff 2x

Contoh Teks Prosedur Kompleks Bahasa Indonesia

Monyong haseooo‼ *Eh, itu Annyeong!*  Hehe, kali ini setelah gue ngepost tentang lirik lagu Mine-nya Petra Sihombing yang sempat gue lupa tulis di postingan sebelumnya, serta postingan tentang Olga Syahputra, eeeh Herjuno Syaputra, sekarang terumbu karang, gue mau ngeposting sinting miring casting #Jlak! tentang contoh teks prosedural kompleks perumahan, eeeh gak pake perumahan, kok! Menurut buku Tatang Sutarma, eeeh buku Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik *ekspresi diri?? Narsis dong! Hehe, gak geto-geto juga kalee* buat kelas X yang sesuai kurikulum 2013 neeh #KorbanKurikulum2013, teks prosedur dapet dibilang kompleks gara-gara langkah-langkah yang ada cuma bisa dilakukan denan memenuhi berbagai syarat. Langkah yang satu nentuin langkah-langkah berikutnya. Kalo syarat pada salah satu langkah kaki, eeeh gak pake kaki ya! kagak terpenuhi, langkah selanjutnya kagak bisa dilakukan. Ooooh, tidak bisa! #SuleSays Naah, berikut ini salah satu teks prosedur kompleks perumahan *Plak!* yang sebenernya ini mantan tugas sekolah gue sih, dan gue bakal bagiin buat lo semua yang butuh banget. Okey, let’s go to the text!
Cara Membuat E-mail Menggunakan Yahoo!
                Pada saat ini, e-mail merupakan salah satu alat komunikasi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, selain telepon, SMS, dan jejaring sosial. Mungkin ada sebagian yang sudah tahu cara menggunakan e-mail, bahkan mempunyai beberapa alamat e-mail sekaligus. Namun, bila Anda belum tahu cara menggunakan e-mail, jangan khawatir karena kali ini akan dijelaskan tentang cara membuat e-mail yang bisa memudahkan komunikasi yang biasanya menggunakan e-mail. Kali ini, pembuatan e-mail menggunakan situs id.yahoo.com.
                Agar dapat menggunakan layanan e-mail di yahoo.com, terlebih dahulu Anda harus browsing ke id.yahoo.com. Berikut ini cara-caranya.
1.       Nyalakan komputer dan pastikan komputer telah tersambung dengan internet.
2.       Gunakan web browser yang Anda miliki untuk mencari situs id.yahoo.com supaya tampilan muncul dalam bahasa Indonesia.
3.       Jika telah menemukan situs id.yahoo.com, kamu akan melihat tampilan awal Yahoo! dengan berbagai informasi, seperti berita dan link-link ke situs-situs milik Yahoo!.
Pada saat ini Anda belum dapat menggunakan layanan e-mail dengan webmail Yahoo!. Hal itu dikarenakan Anda belum mempunyai alamat e-mail. Oleh karena itu, Anda harus membuat akun (account) agar memperoleh alamat e-mail. Adapun langkah awal yang harus kamu lakukan yaitu masuk pada layanan mail (surat) pada situs yahoo.com.
Setelah tampilan yang dimaksud muncul, berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat alamat e-mail.
1.       Klik link Buat Account Baru sehingga muncul tampilan isian data-data yang harus diperlukan untuk membuat e-mail. Pada halaman ini ada tiga bagian utama yang harus diisi, yaitu data probadi, nama user (user ID), dan kata kunci (password).
2.       Isilah data pribadi Anda berupa nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan negara tempat tinggal.
3.       Isikan data identitas alamat e-mail dan password (sandi) yang akan Anda gunakan. Ketika membuat nama pengguna (user ID), sebaiknya membuat nama pengguna yang mudah diingat. Sedapat mungkin berhubungan dengan nama Anda. Agar mudah diingat, Anda sebaiknya menghindari penggunaan banyak kombinasi abjad, angka, garis bawah, dan tanda titik.
4.       Pilih dua pertanyaan yang akan dikeluarkan seandainya suatu ketika Anda lupa terhadap password (sandi). Pertanyaan tersebut akan berfungsi sebagai pengganti password. Oleh karenanya, jawaban sebaiknya berupa kata pendek yang Anda sendiri tidak akan lupa untuk mengingatnya.
5.       Isikan kode sesuai dengan yang ditampilkan dalam bentuk gambar. Hal ini untuk memastikan bahwa yang membuat e-mail adalah manusia dan bukan robot.
6.       Klik tombol Buat Account Saya. Langkah ini memunculkan tampilan berupa rincian data akun e-mail, berupa ID Yahoo! & e-mail, tanggal lahir, serta dua pertanyaan rahasia beserta jawabannya.
7.       Klik tombol Lanjutkan. Langkah ini akan memunculkan kotak dialog Security Alert.
8.       Klik tombol Yes. Anda akan menjumpai tampilan ucapan selamat datang di halaman utama.
9.       Klik tombol Mail untuk membuka kotak surat yang terdapat dalam e-mail anda. Maka, alamat e-mail Anda siap digunakan.

Source: Sujatmiko, Eko dkk. 2012. PR Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP/MTs kelas IX. Klaten: Intan Pariwara.

I Love Their! (News Anchor Favorit Gue) – Part One

Halo semuanya! Apa kabar nih! Okey, gue mau kenalin diri dulu nih. Gue dulu punya blog http://vannyvanilla.blogspot.com. Tapi semprulnya, kabar dukanya, dan nyebelinnya, gue harus ngadepin suatu kenyataan yang gila: imel gue kagak bisa dibuka  lagi. So, ujung-ujungnya gue bikin blog lagi deh. Enjoy this blog guys! Terus, belok kanan, belok kiri, awas ada sule prikitiw *Udah gak ada keleeus! Adanya juga si Sule sekarang lagi sibuk di 4S Global TV, Bukan Talent Biasa RCTI, Ini Talkshow NET., and many more demi moore*, ada sebagian post-post lama yang bakal kena re-post disini. Okey, langsung by the way on the way to the topic ya guys! Gue bakal ngebahas beberapa news anchor gue yang hmmm, pokoknya bikin mata betah banget ngeliatin berita di tipi-tipi!

Mungkin nih, mungkin aja nih ya, ada sebagian diantara elo semua yang  masih ogah-ogahan dot kokom buat nongkrongin berita di tipi-tipi. Alesannya banyak banget, sebanyak jumlah daun yang lagi hobi banget gugur daun #BukanGugurBungaYa #namanyajugadaunyanggugur *Curcol! Mentang-mentang belakangan mesti rajin nyapu pekarangan kata mamaku yang tercinta!*, mungkin gara-gara berita korupsi dan kasus hukum plus intrik politik gaje beudh yang dibikin sama oknum petinggi negeri ini yang bisa bikin kanker, serangan jantung, blablabla #EmangnyaRokok dan pusing pala, imej kalo berita itu berita uwong tuwir yang not suitable for the youngs yang kalo bahasa Rwanda-nya adalah kagak cocok buat anak muda, ampe penyampaian berita yang kesannya berat beudh kayak ngangkut batu 5 ton! Mungkin, ada yang hobinya nonton Ayah Mengapa Aku Berbeda atau kagak Dangdut Academy, Indonesia Idol, SpongeBob SquarePants, atau D’ T3rong Show #ItuFavoritGueSemuaTuh terpaksa harus rebutan gara-gara program  berita yang menurut elo gaje beudh di tipi-tipi, palagi tipi derita eeh berita kayak TV One atau kagak Metro TV! Tapi, bagi gue berita itu punya keasyikan tersendiri guys! Bisa nambah pengetahuan seeh, sekaligus sebagai ajang rileksasi! WOOI, emangnya Uya Kuya?  Maksudnya, rileksasi mata, dimana dapat menyebabkan mata jadi adem akibat ngeliatin news anchornya yang kece-kece!

Nah, kalo bicarain anchor kaporit, eeeh favorit ya, gue punya beberapa news anchor (Bukan news ancur ya!) yang bikin seneng tingkat parah ngeliatinnya! Cekibraaaayy‼

1.       Herjuno Syaputra (Global TV)
Mungkin buat yang tiang-tiang, eeeh siang-siang hobi nongkrongin Buletin Indonesia Siang di Global TV, pasti udah kagak asing lagi dengan sosok cowok kece ini.
Yoi, Herjuno Syaputra! Cowok bernama aseli Herjuno Syaputra Townsend ini emang seeh, kagak banyak infonya di mbah Google. Di Twitter juga, kalo ada cari satu untukku *kok jadi Pacar Dunia Akhirat-nya Rita Sugiarto sih!* eeh, maksudnya kalo ada malahan kagak banyak inponye! Tapi, eh tetapi, berdasarkan penelitian yang gue lakuin at my Twitter, bisa dipastiin kalo Juno yang juga nganchor di MNC News (sayangnya cuma bisa dipantengin di Indovision dan yang satu spesies dengannya, sementara gue? MATRIX! Hadeuh!) ini disukai sama pemirsa gara-gara ganteng, kece, manly banget, dan bikin betah penonton buat duduk manis depan tipi! Gue pertama kali liat doi akhir tahun 2012, waks! Doi kece banget, dan makin hari gue makin merhatiin, makin ganteng, kece, wow, penyampaian beritanya juga bikin betah dot kokom, dan pokoknya bikin kehabisan kata-kata! Hadeuh, pokoke joget, eeeh pokoknya asik banget nih anchor! Gue juga seneng banget dan terima kasih alias tararengkyu nih, soalnya ada beberapa mention gue dibales sama nih orang, palagi terakhir waktu gue ucapin habede alias met ultah buat doi awal Maret kemaren! Kalo mau tau soal dia, follow aja di @herjunosyaputra ya guys!
STOP PRESS: Katanya si Juno dulunya mantan anchor Redaksi Siang Trans 7 ya? TAPI, make nama laen, Diky Syaputra! Tapi ini cuma selentingan inpo ya dari beberapa temen sesama fansnya Juno, terutama dari XMX, eeeh SMS *gak sekalian BMX ya bu? EMANG SEPEDA?* Lagian, kan udah gue bilang, gue kan baru pertama kali kenal doi baru waktu dia udah di Global TV! Jadi, harap maklon, eeh maklum.
2.       Ryan Wiedaryanto (Indosiar)
Bukan Ryan Ardhiandy atau Ryan d’Masiv ya! Palagi Ryan Jombang! Doi merupakan news anchor pertama yang gue temenin *Emang lo kenal akrab sama doi! Ketemu aja mana pernah?* dari jaman kelas lima esde, bukan es teler ya! Sekolah dasar! Ryan adalah news anchor yang sekarang jadi penyebab gue bangun pagi-pagi buta gak peduli hari sekolah atau kagak, selain shalat subuh dan belajar kalo ada ulangan! Alesannya kenapa si Ryan jadi salah satu penyebab gue wake me up #LaguAvicii on the morning, bukan wake me up when september end #Greenday adalah, doi sering siaran pagi di Fokus Pagi Indosiar yang tayang setiap hari jam 5‼ Tweeewww, bayangin aja tuh! Tapi, rasa kantuk yang campur-campur *Emang acara ANTV?* males gitu ya terbayar sudah dengan kekecean doi. Yahh, walaupun kagak setiap pagi seeh. Dan, doi juga sering nongol di Fokus Sore, apalagi hari Senen atau kagak Minggu.
Kalo tadi waktu ngebahas Herjuno Syaputra, diisuin kalo si Juno itu anak pindahan dari Trans 7 dan sekali lagi itu cuma isu, maka si Ryan itu emang reality show, eeh real anak pindahan dari tipi laen! Yaks, doi itu dulunya pindahan dari Trans TV, acara Rempongtase, eeh Reportase‼ Menurut inpo nih ye, doi itu gabung di Trans TV tahun 2006 jadi reporter (doi waktu itu fresh graduate abis lulus di jurusan IT salah satu kampus di Jogja), dan mulai nganchor disono tahun 2007. Naah, selama doi gabung di Trans TV juga, nih cowok lumayan ganteng, simple, fresh, keep smile *Emang Caisar??* dan selalu selow kalo lagi bacain berita ini selain nganchor juga pernah ngeproduserin beberapa acara, kayak Cerita Anak, Indigo, dan The Hits, bahkan buat dua acara yang disebutin awal, doi juga ngehost! Gue paling seneng waktu doi itu ngehost dengan partner Tifanny Raytama. *Kak Tifanny, apa kabar? Plak!* Tapi, setelah sekian lama, aku menunggu, eeh salah, sekian lama doi di Trans TV, mantan penyiar beberapa radio anak muda di Jogja serta host acara musik Dahsyat, eeh maksudnya Jogja Nyasar di Jogja TV ini akhir Januari 2012 lalu ninggalin zona nyaman-nya di Trans TV. Dengan alesan lebih memecut dia buat berkarya, so akhirnya Ryan pindah ke Indosiar terhitung 1 Februari 2012 kemaren. Fansnya Nike Ardilla dan penggemar warna biru ini pertama kali debut di Indosiar di program Fokus Pagi bareng Tina Talisa. Naaahh, selama doi di Indosiar, doi ngehost berbagai acara news plus ngeproduserin acara juga, sama di Trans TV, yaitu Jelita, Teras Tina Talisa, dan Interupsi, serta pernah wawancarain pak SBY waktu acara refleksi awal tahun 2014 kemaren. Kalo mau info lebih lanjut soal doi yang kelahiran Pemalang, 30 April 1983 ini, follow aja guys di @ryanwiedaryanto.
3.       Jemmy Darusman (Indosiar)
Kok masih Indosiar sih, tadi bukannya udah ya? Hadeeeuuh, tapi ini uwongnya beda ya! Tadi kan udah ngebahas Ryan Jombang, eeeeeehhh Ryan Wiedaryanto, sekarang temennya keleess, agan sista! Nah loh, kali ini gue ngebahas cowok too cool (bukan Tukul ya, tapi terlalu cool, apalagi terlalu cool buat dijauhin dari mata gue, hehe) yang imut dan senyumannya wow dot ko dot aidi! Who’s he?
Yups, he is Jemmy Darusman. Si cowok ganteng, cool, berwibawa (bukan berwi... bawa mobil wah beudh, wi... bawa duit semilyar, hehe dasar matere dot co), murah senyum (kagak berarti senyumnya dijual seribu perak ya guys, itu harga pempek di kantin sekolahan gue), dan enjoy banget ngebacain beritanya ini bener-bener menyita perhatian gue selama beberapa tahunan ini. Pertama kali seeeh, gue ngeliatin dia waktu tahun 2010 kemaren, gue lagi iseng nongkrongin kuis News Boom di TV One, terus iklan, nah pas hetlen nyus, eeeh kabar terkini *Sebenernya sama aja kan? Cuma, masalahnya ini TV One kelees!* dan gue ngeliatin sosok si Jemmy kece ini yang jadi anchornya. Kesan pertama alias sijinya ya, kalo kata wong Jowo, aduuh akang kasep! *WOI! ITU SUNDA TAUK!* Cool banget, dan abis itu gue kagak pernah lagi liatin si Jemmy nyummy *dasar otak makan!* ini lagi, sampe-sampe setahun kemudian, tepatnya taun 2012 gue tau-taunya malah ngeliatin satu lagi penampakan ganteng bin kece yang menarik perhatian gue di Indosiar, tepatnya see di Fokus Sore *bukan Fokus Selebriti ya! Itu Global TV*, dan bikin gue jadi betah banget duduk manis pake gula 5 sendok #Plak di depan TV buat mantengin nih orang setiap hari di Fokus Sore, and tau-taunya gue mikir, perasaan nih orang pernah gue liat ya? Aha! Setelah gue tau nama doi yang ternyata adalah Jemmy Darusman dan tau asal-muasal doi dari mbah Google, ternyata cowok yang lulusan arsitektur ini pindahan dari TV One yang sebelomnya kerja di MQTV! Oalaaaahhh‼ Pantes aja mas bro dan mbak sist! My feeling said that I watched him before that! #SokNginggrisLo
Alesan ngapain si Jemmy ini move on ke Indosiar (emangnya abis galau dipehapein mantan ya? Gak laaah) dari TV One bukan berjumlah 1000 kayak lagunya Zaskia Gotik ya, tapi cukup satu aja: direkrut. Gampang aja. Yahh, meski gue pernah nemuin kata-kata pitnah dari haters dia, entah dia songong lah, penipu lah, atau gue paling kagak nemuin inpo hoax mengoax #BahasaApaLagiItu dari situs khusus cowok-cowok gak jelas kalo si Jemmy itu m*ho, tapi gue anggap aja itu fitnah yang justru anehnya, bikin gue makin demenin dia! Mau tau lebih lanjut soal dia, follow aja di @jemmydarusman. Okay?

                Huh, sebenernya gue masih banyak lagi nih anchor-anchor kece yang gue demenin di beberapa TV lainnya, tapi gue bakal baahas laen kali di posting lainnya. Okay, so now I say goodbye and see u at another postings! #DariTadiNginggrisMuluNihAnak #PLAK!

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Flying Cute Pink Butterfly